
GOLPUT....... Pemenang PEMILU april 2009...........
Menjelang Pemilu April 2009, banyak kontroversial tentang pendapat mengenai GOLPUT (kok mesti pUTIH sih, kok ga warna lain aja, hitam kek, kuning ato pink biar norak). Bahkan MUI sendiri sampai mengeluarkan fatwa haramnya Golput, yang kemudian direspon dengan tanggapan yang beragam daria masyarakat. Ada yan pro dan ada yang kontra, serta ada juga yang cuek tidak mau ambil pusing membahas hal-hal yang menurutnya ga ngaruh walaupun dibahas. namun sebagai negara yang "DEMOKRATIS" tentunya GOLPUT bukanlah pilihan yang relevan untuk dilakukan. Namun dibalik itu perlu juga kita analisa apakah demokrasi yang dielu-elukan selama ini adalah demokrasi yang sudah relevan juga dengan prinsip demokrasi yang sebenarnya???? jawab sendiri ....
Terlepas dari itu semua, ternyata fakta di lapangan dari hasil Pemilu Legislatif 2009 menunjukkan bahwa kebanyakan rakyat Indonesia memilih untuk GOLPUT, lebih kurang mencapai 30%. Persentase ini menunjukkan Golput bahkan lebih besar dari pada Partai pemenang Pemilu sekalipun, yang berhasil meraup suara berkisar 20% lebih. Kalau mengatasnamakan demokrasi, sebenarnya GOLPUTlah pemenang Pemilu Legislatif 2009 ini.
Kenyataan ini menggambarkan masa deoan bangsa kita yang masih suram. Hal ini juga menjadi indikasi ketidak-percayaan masyarakat kepada pemerintahan yang ada. Dan bahkan dapat menjadi ancaman bagi pemerintahan mendatang, karena secara statistik menunjukkan kebanyakan rakyat kurang mendukung pemerintahannya, belum lagi ditambah dari pengaruh partai oposisi yang sangat lumrah terjadi dalam dinamika politik.
Hal ini sebenarnaya menjadi refleksi bagi pemerintah yang ada. Golput ini sebenarnya adalah ungkapan hati masyarakat yang aspirasinya kurang diperhatikan. Golput adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh mereka agar -paling tidak- mereka diperhitungkan.
Terlepas dari itu semua, ternyata fakta di lapangan dari hasil Pemilu Legislatif 2009 menunjukkan bahwa kebanyakan rakyat Indonesia memilih untuk GOLPUT, lebih kurang mencapai 30%. Persentase ini menunjukkan Golput bahkan lebih besar dari pada Partai pemenang Pemilu sekalipun, yang berhasil meraup suara berkisar 20% lebih. Kalau mengatasnamakan demokrasi, sebenarnya GOLPUTlah pemenang Pemilu Legislatif 2009 ini.
Kenyataan ini menggambarkan masa deoan bangsa kita yang masih suram. Hal ini juga menjadi indikasi ketidak-percayaan masyarakat kepada pemerintahan yang ada. Dan bahkan dapat menjadi ancaman bagi pemerintahan mendatang, karena secara statistik menunjukkan kebanyakan rakyat kurang mendukung pemerintahannya, belum lagi ditambah dari pengaruh partai oposisi yang sangat lumrah terjadi dalam dinamika politik.
Hal ini sebenarnaya menjadi refleksi bagi pemerintah yang ada. Golput ini sebenarnya adalah ungkapan hati masyarakat yang aspirasinya kurang diperhatikan. Golput adalah satu-satunya cara yang bisa dilakukan oleh mereka agar -paling tidak- mereka diperhitungkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar